28
Sep

Singapura dikenal sebagai kota pengguna teknologi terkini dan pada 28 September 2008 kota itu akan menyelenggarakan lomba balap Formula 1 dengan teknologi yang paling maju.

Lomba balap F1 di Singapura, yang diberi nama Grand Prix SingTel Singapore Formula 1TM 2008, akan diselenggarakan pada malam hari dan itu merupakan satu-satunya lomba balap F1 yang dilangsungkan pada malam hari. Oleh karena itu, semua mata akan tertuju ke negara pulau yang telah menghabiskan jutaan dollar untuk membuat lomba balap F1 malam hari itu dapat dilaksanakan.

Singapura ingin membuat lomba balap F1 yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di negara itu sebagai lomba balap F1 yang secara teknologi paling maju di dunia.

Lampu-lampu yang akan menerangi pelaksanaan Grand Prix SingTel Singapore Formula 1 2008 itu merupakan sistem dengan teknologi terkini yang secara khusus diciptakan bagi lomba balap F1 Singapura oleh pakar tata lampu Italia, Valerio Maioli.

Merancang dan memasang sistem penerangan di ruas jalan yang digunakan sebagai sirkuit memiliki beberapa tantangan tersendiri. Sistem tersebut harus memberikan penglihatan yang optimal, meminimalkan silau dan pantulan cahaya dari permukaan jalan yang basah atau dari mobil-mobil yang berlomba; menjamin keamanan (safety) pembalap, pengawas, dan penonton; serta menyediakan pemandangan yang baik bagi penonton dan kru televisi.

Mengingat lomba balap F1 Singapura akan diselenggarakan di sirkuit jalan raya, ketinggian lampu haruslah lebih rendah dari kanopi yang melindungi lintasan balap dari patahan ranting pohon. Selain semua peralatan harus dapat dipasang dan dicopot dalam waktu sesingkat mungkin sehingga meminimalkan gangguan pada kota tersebut. Tiang penopang aluminium—sama seperti yang digunakan untuk menempatkan lampu-lampu di panggung musik—akan digunakan untuk menopang kabel-kabel listrik.

Sistem penerangan hanya akan ditempatkan pada satu sisi dari sirkuit untuk mengurangi silau selama siaran TV berlangsung. Banyak faktor yang dipertimbangkan untuk menetapkan lokasi dari tiang-tiang lampu yang tinggi, serta juga lokasi tribun, posisi kamera, dan infrastruktur permanen di sepanjang lintasan.

Struktur pendukung bagi sistem penerangan telah dikembangkan untuk menjamin keamanan para pembalap pada saat terjadi kecelakaan. Sebagai salah satu alternatif, daripada melindungi tiang lampu tinggi dengan barikade-barikade beton besar, sebuah sistem yang diberi nama The Chair, sebuah pelat baja yang memungkinkan tiang lampu tinggi cukup mendapatkan perlindungan dari blok beton yang lebih kecil. Dengan demikian, para petugas, atau sepeda motor satuan penyelamat, dapat dengan mudah masuk.

Read the rest of this entry »